aku bertemu dengan nya 2 tahun lalu..
ketika ku memakai baju putih dan hitam..
ketika ku menginjak dunia asing yg harus ku lewati
Jelas aku lihat dia.
Dengan topi hitamnya yang sekarang sudah tak tau dimana berada.
Bersama seorang temannya (mz.bege ne..) bercanda dan ku lihat hal menarik disana.
Satu tahap ku lalui.
Ku mengenal dia.
Berawal dari makan malam kami yg pertama.
Di suatu tempat yang sampai detik ini adalah faforitku.
Aku lebih mengenalnya
Walaupun aku tau itu belum sempurna..
Tapi ada makna sendiri ku menatapnya.
Dan di 22 september siang adalah sebuah cerita.
Ketika aku bilang padanya..
“Maaf..aku tak bisa..
Ku tahu dia menunduk
Dan ku berkata..
“aku gak bisa klo gak suka kamu..
Ku lihat binar matanya..
Dan ku tahu aku BENAR.
Aku bersamanya
KAMI Lebih mengenal dan terus berusaha untuk mengenal..
Lebih mengerti apa sebuah menjaga perasaan..
Kita belajar untuk yang namanya berbagi..
Berbagi sedih..
Berbagi senang..
Berbagi cerita..
Dan berbagi uang..(haahahahaah)
Tapi semua tak seindah cerita..
Kami manusia dan banyak dari kami yang khilaf..
Dia tidak sadar kadang mungkin terlalu erat menggengam tangamku dan akhirnya menyeretku..
Dan aku tak pungkiri kadang aku juga demikian..
Bisa kalian bayangkan betapa repotnya kami kala itu.
Sling menyeret dan mengenal kata egois..
Tapi kami selalu belajar..
Dan kami temukan jalannya..
Kami berusana untuk selalu ingat..
BAHNWA KITA BERJALAN SEIRING DAN BUKAN MENGGIRING ATAU DI GIRING
KITA BERSEBELAHAN DAN BUKAN AKU ATAU KAMU DI DEPAN
Itu adalah salah satu kunci kami..
Tahap yang ku lalui..
Kalau aku bilang dia adalah bagian dari hidpku apakan teralau berlebih??
Bagaimana pendapat kalian??
Aku tebak pasti banyak pendapat..
Tapi aku tidak bisa berbohong..
Karena memang dia sebagian dari hidupku
Aku yang sendiri
Dan dia temaniku..
Dia bisa jadi kakak yang melindungiku..
Bahkan ayah..(dia sering bilang kalo dia kaya ayahku…hahaaha)
Tapi untungnya dia adalah orang yang berusaha memahamiku dengan sunguh-sungguh.
Jelas aku bahagia.
Dan kini aku MASIH bersamanya..
Jelas aku berharap dengan sangat ingin selau bersamanya..
Karena aku sudah cukup mengenalnya..
Dia yang pernah sangat marah dengan ku
Tapi memaafkanku
Pernah sangat kecewa kepadaku
Tapi berusaha melupakan
Walapun aku tahu.
Tuhan jauh lebih mengenalnya.
Tapi aku akan selalu berusaha…
Ada Banyak saat di mana kami saling menuding dan memaki..
Saling merasa sudah habis kesabarannya
Saling benar…
Ada saat batu terjal yang kami lewati bukan kerikil
Dan di saat itulah saat kita tidak saling berteriak
Tp diam dan berpikir..
DAN KISAHKU INI ADALAH BUKAN KISAH YANG SEMPURNA..
TAPI KAMI ADALAH MANUSIA YNG BERUSAHA MEMBUAT KISAH KAMI SEDEKAT MUNGKIN DENGAN KATA SEMPURNA
Aku Berusaha mengenalnya lebih dalam
Tapi aku tak pernah anggap sangat mengenalnya..
karena itu akan membuatku membentuk dia seperti apa yang aku mau..
hanya dia yang mengenal dirinya dengan sangat..
aku hanya berusaha mengenalnya..
menerima semua kelebihan dan kekuranganya..
Aku hanya berusaha..
Dan aku ingin selalu berusaha..
3..
4..
5..tahun
Bahkan hingga 100 tahun ke depan..
Mungkin kalian tertawa..
Tapi aku manusia yang punya impian..
Semua adalah mungkin
DENGAN TIDAK MENGANGGAP KISAHKU INI SEMPURNA
MEMACU KU DAN DIA UNTUK SELALU MENDEKAT DENGAN KATA SEMPURNA..
Ini secuil dari kisahku..
Karena akan ada lanjutan dari kisahku.
Karena jelas aku tidak mau berhenti di sini..
Semua masih panjang..
Belajarku belum berhenti
KEAJAIBAN AKAN TERUS ADA..
YG MENYATUKAN 2 BATU KERAS
BUKAN UNTUK SALING BERADU DENGAN KERAS..
TAPI BERIRAMA DAN MENCIPTAKAN HARMONI YANG INDAH..
For u..
Ini kisah kita ndut..
Tapi belum selesai sampai sini lho..
Terima kasih sudah menjagaku selama ini..
Aku yang nakal dan ndut maafin..
Ndut Yang kadang marah2 gak jelas tapi buat ku belajar untuk mengerti..
Terima kasih sudah berdiri di sisiku
Berjalan bersamaku..
2 tahun ini
Mari kita jalani tahun di depan ini..
bersamamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar