Imajinasi..
pasti semua orang memiliki tingkat imajinasi yang berbeda-beda..ada yg berimajinasi tingkat tinggi, tapi ada juga yang tidak terlalu suka berimajinasi.
Ada orang yang bilang kalo kita tidak boleh terlalu berimajinasi..karena bisa membuat kita hidup di dunia khayalan.
Kalo menurutku sich imajinasi tinggi tidak masalah asalkan masih sesuai dengan porsinya.
Porsi?
Porsi di sini mungkin dengan berimajinasi pada tempatnya. Seperti di saat kita membaca buku,megerjakan suatu proyek atau apapun itu yang membutuhkan daya imajinasi kita. Membaca buku seperti Harry Potter atau Twiligt,kalo daya imajinasi kita tidak besar,saya yakin pasti buku tersebut akan biasa-biasa saja.
Dan bahkan bisa anda tutup lalu tnggalkan. tapi yg suka berimajinasi,pasti bisa habis dalam 1 hari membaca buku tersebut. Lalu mengerjakan proyek, kalo anda seorang penggiat seni, apapun itu,music,tari,lukis,media pasti juga bermain dengan imajinasi.
Apa lagi seni lukis,imajinasi anda bermain di situ. Media pun juga,seperti ketika mengerjakan proyek pembuatan klip atau audio visual yg lain, imajinasi penting bermain di sini.
Dan dengan imajinasi kita tentu bisa menghibur diri.
Tapi bagaimana dengan imajinasi yang berlebihan?
Mungkin akan lebih cenderung terlalu berkhayal..
imajinasi yang tidak sesuai porsi.
Seperti saat kita seharusnya serius tetapi imajinasi dan hayalan yang keluar. Dan ini menurut saya, imajinasi yg seperti itu saya anggap adalah sebuah kebohongan.
Dan kenapa sampai hal itu di cap sebagai imajinasi yang berlebihan? Karena mungkin imajinasi tersebut membuat lingkunganya tidak nyaman.
Bahkan ada istilah temanku imajinasiku..
seperti naskah yg pernah di tulis sahabat saya (ncie :D ) , menceritakan tentang seseorang A yg berkhayal atau berimajinasi memiliki seseorang teman yg bernama B. tentu saya hal itu adalah kebohongan, karena B adalah tokoh imajinasi dari A. dan tentunya hal itu membuat tidak nyaman orang2 di lingkunganya.
Sebenarya mungkin ada beberapa alasan ketika orang seperti itu melakukan imajinasi yg tidak sesaui porsinya,bisa karena dia memang punya penyakit psikologis seperti Syikrofenia,mungkin karena kesepian, dan mungkin juga karena ingin di perhatikan dan menjadi pusat perhatian.
Dan itu adalah contoh imajinasi yang tidak sesaui porsinya.
Tapi saya ingin menggaris bawahi..
Untuk yang tentang imajinasi tidak sesuai porsi adalah kebohongan , hal itu saya kecualikan pada penyakit kejiwaan sykrofenia.
Karena menurut yg saya dengar,tahu,dan baca, penyakit ini adalah penyakit yg sangat menyedihkan untuk penderitaaanya. Karena mungkin(karena saya bukan ahli jiwa) sang penderita pun juga tidak inin memiliki penyakit ini. Seperti yg pernah saya lihat di Oprah Show, seorang gadis kecil (biasanya penyakit ini menyerang di usia 20 ke atas) sejak bayi bahkan sudah mengidap syikrofenia. Dia memiliki bberapa tokoh hayalan yg kebetulah berbentuk tikus dan kucing. Di mana peliharannya tersebut semakin hari membuat sang anak tertekan. Karena sang "peliharaan imajiinasi" dia pernah dan sering memnyuruh dia untuk membunuh orang tuanya. Dan yg lebih menyakitkan sang anak sadar bahwa itu hal buruk dan sekuat tenaga melawan tokoh imajinasinya tersebut yg bisa membuat dia mencakar,menjambak dirinya sendiri.
Huft..imajinasi yg ini sungguh sangat menyakitkan..
Tapi apapun itu ketika kita kembali berbicara tentang imajinasi yang tidak posinya di atas,satu hal yang harus kita lakukan adalah perhatian lebih kepada mereka.
Jadi apapun yg kita bahas..jangan takut untuk berimajinasi,berkhayal,bermimpi.. karena ketika hal itu sesuai dengan porsinya, pasti akan memberikan dampak yg baik untuk diri kta..
See Yeah.. "gatandot"